Jumat, 31 Desember 2010

Surat Untuk Firman Utina

Dalam suratnya, Ito memberi apresiasi terhadap puluhan ribu suporter yang antre tiket agar dapat menonton aksi Firman Utina dkk. Di balik keluh keringat para suporter, Ito menyoroti segelintir elit politik yang menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat.

Ito berharap, Firman melalui tendangan kakinya dapat menjadi simbol dari kehidupan masa depan anak-anak muda di Indonesia. "Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata “bisa” belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik," tulisnya.

Sekadar diketahui, E S Ito lahir pada 1981, di Magek, Kabupaten agam, Sumatera Barat. Nama E.S. Ito merupakan gabungan dari singkatan nama asli dan nama panggilannya. E.S. adalah singkatan Eddri Sumitra, sedangkan Ito adalah panggilan masa kecilnya.

Alumni SMA Taruna Nusantara Magelang dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini telah menerbitkan dua novel. Novel pertamanya "Negara Kelima" terbit tahun 2005. Dua tahun kemudian dia menulis novel keduanya yang cukup terkenal yakni "Rahasia Meede".

Berikut isi lengkap dari surat ES Ito:

Surat untuk Firman

Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?

Di negeri permai ini, cinta hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Kita tidak pernah mencintai apapun yang kita lakukan, kita hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kita tidak mensyukuri berkah yang kita dapatkan, kita hanya ingin menghabiskannya. Kita enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan kita. Kawan, inilah kenyataan memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, cinta adalah persoalan kegemaran. Cinta juga masalah prinsip. Bila kau mencintai sesuatu maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka apalagi kepada kuli kamera yang menimbulkan kolera. Cinta adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah.

Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Keramaian puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang lantang bersuara demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah memberi makna solidaritas. Gocekanmu kawan, telah mengundang tarian massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, menghidupkan harapan kepada adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata “bisa” belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming bonus dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau terkapar, tetapi aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka bilang kau akan membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan gembira.

Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di pinggir lapangan, kau tidak perlu menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan para pecundang. Berlarilah Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian adalah kanak-kanak yang tidak mengerti urusan orang dewasa. Berjibakulah Maman, Hamzah, Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang hendak direnggut lawan. Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata persoalan kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan. Gonzales dan Irvan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan contoh kepada bangsa yang miskin teladan.

Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan. Esok di Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa kebahagiaan bukan urusan menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. Adik-adik kita akan menjadikan kalian teladan! [beritajatim.com]

Kamis, 23 Desember 2010

10 Macam Cyber Crime

Teknologi digital dan internet berhasil mencetak individu-individu berkarakter jahat, yang bisa menjadi pembohong, penipu, pencuri, atau perampok, bahkan teroris.

Namun tidaklah mudah bagi penegak hukum untuk melakukan identifikasi, penyelidikan dan penangkapan terhadap mereka seperti di dunia nyata. Kemudahan untuk mengakses dunia maya – dengan identitas yang gampang disembunyikan, membuat siapa saja berpotensi besar untuk menjadi kriminal, dan bertindak sesuka hati.

Apabila diklasifikasi berdasarkan tindak kejahatannya, maka para cyber criminal ini bisa dikelompokkan menjadi 10 jenis, seperti disebutkan di bawah ini.

1. Penulis Malware

Ini adalah orang-orang yang menulis dan mendistribusikan virus dan worm, trojan dan berbagai jenis malware, produk buruk digital. Mereka memaksa orang-orang dan dunia bisnis untuk menghabiskan sejumlah besar uang untuk membeli teknologi anti-malware yang telah merampok sistem kekuasaan dan kinerja. Para pencipta Malware adalah benar-benar sampah masyarakat.

2. Phishers

Tiba-tiba rekening bank anda bisa berakhir masa lakunya dan anda harus segera membaharui informasinya, tetapi tidak benar-benar terjadi, karena sesungguhnya hanyalah usaha para phisher untuk mencuri informasi pribadi anda, identitas anda, dengan mengarahkan anda kepada suatu situs web tertentu.

Grup Pekerja Anti-Phishingorking Group, sebuah asosiasi institusi pengecer dan lembaga keuangan sedang memfokuskan pada penghapusan Web berbasis penipuan, dikatakan telah ditemukan sekitar 20.000 hingga 30.000 situs web phishing yang unik setiap bulannya.

3. Hoaxsters

Seringkah anda mendapatkan e-mail dari Nigeria akhir-akhir ini? Atau sebuah “pesan mendesak” dari seorang bangsawan Inggris? Sebuah penawaran pekerjaan dari luar negeri, barangkali? Di dalam semua kasus, anda mungkin berhadapan dengan beberapa bentuk perjanjian transfer dana.

Tetapi, seperti pengalaman banyak orang, satu-satunya uang yang pernah ditransfer di dalam kasus ini adalah dari korban ke hoaxster-nya.

4. Scammers

Kotak masuk (inbox) e-mail milik anda mungkin penuh dengan pekerjaan tangan dari scammers, berupa penawaran diskon farmasi,t ime-shares (sejenis penggunaan bersama atas harta, seperti rumah untuk berlibur), makanan sehat, peralatan-peralatan dan semacamnya. Ketika anda mengirimkan nomor kartu kredit anda kepada orang-orang ini – atau yang lebih buruk lagi, tunai –anda hanya akan menerima perasaan tertekan sebagai balasannya.

5. Renternir Online

Adakah badan peminjam yang tidak membutuhkan jaminan dan verifikasi pendapatan? Itulah renternir online. Tidak seperti scammers, renternir online berjanji akan mengirimkan uangnya kepada anda. Namun sebelumnya bandit cyber itu akan meminta pembayaran di muka untuk “biaya proses aplikasi”, dan sialnya, itu adalah satu-satunya proses pengiriman uang yang terjadi, tidak ada proses sebaliknya.

6. Spammers

Orang-orang ini dikatakan jahat dalam pengertian bahwa mereka mencuri waktu anda. Tidak seperti phishers, hoaxsters dan para peleceh dengan e-mail lainnya yang berniat memisahkan anda dari informasi atau uang anda, spammers membanjiri kotak masuk e-mail anda dengan iklan-iklan – produk legal dan tidak legal, kecaman politis, lelucon-lelucon, dan berbagai bualan lainnya.

Spammers bukanlah penjahat dunia maya yang berbahaya, namun yang pasti sangat mengganggu. Spammers juga berimplikasi terhadap biaya keuangan perusahaan, baik karena meningkatnya pemakaian bandwidth dan memaksa penyedia-penyedia layanan, perusahaan dan para pengguna individual untuk menginstal teknologi anti spam – yang selalu tidak sempurna – secara lebih sering dan mahal.

7. Lelang Fraudsters

Anda pasti sangat senang ketika berhasil memenangkan sebuah arloji emas di eBay. Perasaan senang dan bahagia anda akhirnya anjlok, bagaimana tidak, ketika jam tangan itu tiba di tangan anda. Arloji tersebut terlihat dengan susah dimirip-miripkan dengan gambar onlinenya.

Tapi untungnya anda menerima sesuatu, dibanding dengan banyak korban lelang fraudsters yang tidak menerima apa pun.

8. Penyelenggara Hadiah Palsu

“Selamat, anda sudah memenangkan Fredonia National Lottery”. Semua orang tampak benar-benar menang, tentu saja, adalah sebuah kebetulan kalau “penyelenggara lotere” melibatkan anda dalam proses yang kompleks disertai pembayaran di muka dan cek-cek palsu.

9. Pembajak Media

Kenapa harus membeli yang asli jika anda bisa mendapatkan lagu atau video dari layanan file-sharing?

Tidak ada orang yang dilukai, ya khan? Memang, tidak ada yang terluka, tetapi orang-orang yang bekerja keras untuk mencipta karya, hati mereka pasti terluka.

10. Parasit Sosial


Situs jejaring sosial, jaringan pesan instan, layanan kencan online dan berbagai web yang dipenuhi oleh mereka yang diklasifikasikan sebagai orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai orang lain.

Sebagian dari target adalah orang-orang berkarakter lemah dan naif untuk ditipu agar mengeluarkan uang. Parasit-parasit lain memainkan peran sebagai selebritis, dengan maksud mencoreng reputasi mereka atau mendapatkan sedikit kepopuleran.
Di dalam kasus manapun, parasit-parasit sosial adalah teror bagi masyarakat internet.

Selasa, 21 Desember 2010

ClickBank

Christian Gonzalez Profile



Timnas sepakbola Indonesia mendapat suntikan amunisi pemain asing naturalisasi dalam rangka menghadapi piala AFF bulan November 2010, yaitu Christian Gonzales dan Irfan Bachdim. Walaupun Christian Gonzales bisa dikatakan sudah “berumur”, tetapi reputasinya di persepakbolaan di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Bagi anda yang belum mengetahui kisah, profil dan biografi Christian Gonzales yang sekarang bermain untuk klub Persib Bandung, silahkan baca profilnya berikut ini.

Nama lengkap: Christian Gerard Alvaro Gonzalez
Templat, tanggal lahir: Montevideo, Uruguay, 30 Agustus 1976
Tinggi / Berat Badan: 177 cm / 80 Kg
Posisi: Striker
Julukan: El Loco
Istri: Eva Nurida Siregar
Anak: Fernando, Florencia, Amanda, Michael
Nomor Punggung Klub: 99
Klub:
1990-1995 Defensor Sporting
1995-1997 Sud America – Main 1 – Gol 0
1997-1999 Huracan Ctes (status: pinjaman) – Main 3 – Gol 0
1999-2000 Sud America – Main 12 – Gol 1
2000-2003 Deportivo Maldonado – Main 22 – Gol 1
2003-2005 PSM Makassar – Main 26 – Gol 27
2005-2008 Persik Kediri – Main 83 – Gol 88
2008-2009 Persib Bandung (status: pinjaman) – Main 16 – Gol 14
2009- Persib Bandung – Main 38 – Gol 32

Ia adalah salah satu Penyerang yang paling mematikan sepanjang sejarah kompetisi sepakbola Indonesia. Kemampuannya dalam menendang, mencetak gol, penempatan posisi, visi permainan, dan sundulan adalah andalannya. Disamping kemampuannya, ia juga terkenal memiliki fisik yang prima.

Pada saat bermain di Uruguay, ia ditugaskan sebagai gelandang serang, tapi produktivitasnya dalam mencetak gol sangatlah kurang. Di penghujung tahun 2002, setelah sempat bermain untuk sebuah klub di Portugal, Campo Mayor, Cristian Gonzales memutuskan menerima sebuah tawaran bermain di Indonesia, negeri asal istrinya, Eva Nurida Siregar. Karena itu, pada Liga Indonesia (LI) IX/2003, Gonzales sudah berkostum PSM Makassar, klub pertamanya di Indonesia.

Setelah tinggal di Indonesia yang sebagian besar penduduknya muslim, Gonzales bisa mengenal lebih jauh dunia Islam. Karena sudah berinteraksi dengan masyarakat Indonesia, Gonzales mengenal Islam tidak hanya dari istrinya, tapi juga dari lingkungan sekitarnya. Tidak mengherankan kalau pria yang terkenal pendiam ini semakin memiliki kesan positif terhadap Islam.

Akhirnya, setelah menuntaskan musim pertamanya di Indonesia dengan mencetak 33 gol dan mengantarkan PSM menjadi runner-up LI IX/2003, Gonzales memutuskan masuk Islam pada tanggal 9 Oktober 2003.
Ustaz Mustafa, seorang ahli masjid di Masjid Agung Al-Akbar Surabaya, merupakan orang yang mengislamkan Gonzales. Sebagai seorang mualaf yang baru memeluk agama Islam, Gonzales masih memerlukan pembimbing.

Selain Ustaz Mustafa, Gonzales juga memiliki dua guru spiritual lainnya, yaitu Hj. Fatimah asal Mojosari dan Hj. Nurhasanah di Gresik.Seperti dituturkan Eva, Hj. Fatimah merupakan seorang kepala dusun yang sudah menjabat selama 30 tahun di daerah Mojosari. Sedangkan Hj. Nurhasanah adalah pemilik sebuah majelis zikir di Gresik.

“Mereka adalah ibu angkat Gonzales dan keluarga kami. Mereka sangat sayang dan selalu memberikan bimbingan buat Gonzales dan keluarga kami sampai sekarang,” tutur Eva. Setelah menikah, ia memiliki paspor Indonesia, istrinya adalah wanita Indonesia bernama Eva Nurida Siregar. Dari pernikahannya, ia memperoleh dua orang anak (Fernando dan Florencia). Ia juga telah mempunyai dua anak hasil pernikahan sebelumnya (Amanda dan Michael).

Pada musim 2006, ia adalah pemain termahal di Liga Indonesia menurut data Badan Liga Indonesia dengan bayaran Rp 1,2 milyar. Sebenarnya keinginannya untuk menjadi WNI (warga Negara Indonesia) sudah sangat lama. ”Saya sangat ingin jadi WNI. Bahkan saya sudah pernah mencoba bertanya ke imigrasi. Tapi, hingga sekarang belum ada hasil yang memuaskan. Saya merasa dipersulit,” ujarnya, dengan nada tinggi.

Saat ke imigrasi itu, ada oknum yang menawari Gonzales. Dia bisa mulus keinginannya menjadi WNI, asal diminta uang. Berapa? Gonzales menyebut kisarannya sekitar ratusan juta. ”Jelas saya keberatan. Kalau pun ada uang, ndak sebanyak itu. Apalagi kami harus memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujarnya.
Dia mengatakan, selama berusaha mengurus administrasi untuk menjadi WNI, tidak ada pihak yang membantunya. ”Padahal, tujuan saya, ingin menjadi bagian dari Timnas agar sepak bola Indonesia bisa berprestasi di level internasional,” tuturnya.

Gonzales merasa, pengurus elite PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) tidak menghendaki dia menjadi WNI. Padahal, lanjutnya, banyak negara lain yang melakukan itu. ”Kenapa PSSI tidak melakukan itu? Alasan untuk memakai pemain muda sampai sekarang juga belum berhasil,” tuturnya.

Dia menandaskan, keinginannya menjadi WNI sudah muncul sejak 2003. ”Selama berkarir di sini, saya sangat jarang pulang ke Uruguay. Terhitung baru sekali kembali ke Uruguay, yakni pada Agustus 2005. Itu pun hanya sepekan, ketika orang tua saya sakit keras hingga koma,” jelasnya.

Gonzales merasa sudah tak beda dengan WNI lainnya. Dia begitu mencintai Indonesia. ”Apalagi istri saya orang Indonesia,” tandasnya. Akankah tekatnya untuk menjadi WNI masih tetap menggelora, sementara upayanya banyak menemui kendala? ”Mungkin saya harus bersabar. Yang jelas, saya tidak akan meninggalkan Indonesia, meski nanti saya sudah tak lagi bermain bola,” katanya.

Go Christian Gonzales … Harumkan nama Indonesia …

Dari berbagai sumber.

Jumat, 17 Desember 2010

Indonesia Kehilangan Satu Pulau Lagi ?


Sumenep - Pulau Se' Pote di Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tenggelam akibat penambangan pasir liar.

Salah satu tokoh masyarakat desa Jate kecamatan Gili Genting pulau Giliraja, Amil wasit , Kamis (16/12/10) menjelaskan, pulau Se' Pote itu merupakan pulau tak berpenghuni, yang lebarnya sekitar 2 km per segi. "Pulau ini ada di sebelah barat pulau Gili Raja, berdekatan dengan pulau Gilingan," terang Amil.

Menurutnya, di Pulau Se' Pote ini, pasirnya merupakan pasir putih yang berkualitas bagus. Tak heran jika menarik perhatian orang. "Nah, sekitar dua tahunan ini, pasir di Se' Pote ini dikeruk terus. Ditambang secara liar oleh orang-orang luar Pulau Gili. Terbanyak orang Pamekasan yang ambil pasir," kata Amil.

Akibat pengerukan pasir terus menerus itu, saat ini pulau Se' Pote pun tenggelam. "Lha gimana tidak tenggelam? Wong setiap hari orang-orang itu kalau ambil pasir sekitar 6-7 perahu," ujar Amil.

Dijelaskannya, warga setempat bahkan sudah sempat terlibat baku hantam dengan warga Pamekasan saat menghalang-halangi mereka akan mengambil pasir di pulau Se' Poteh. "Tapi ya tetap saja mereka itu gak kapok-kapok. Tetap saja mengeruk pasir," keluh Amil.

Bahkan imbuh Amil, saat ini Desa Gilingan yang merupakan tetangga terdekat pulau Se' pote, mulai kena dampak pengerukan pasir tersebut. "Di desa Gilingan, mulai terjadi abrasi, sehingga terancam tenggelam," paparnya.

Amil Wasit menyayangkan, mengapa tidak ada respon dari aparat pemerintah terkait persoalan tersebut. "Ini kok pada diam semua, tidak ada tindakan apapun mulai desa sampai kabupaten?" tanya Amil.

Sementara itu, Kabid pengembangan kepulauan Bappeda Sumenep, Abd. Kahir, menyatakan jika tidak ada nama Pulau Se' Pote yang tercatat di data Kabupaten Sumenep. Yang ada hanya pulau Pasir putih. Itu pun luasnya hanya 0,046811 km persegi.

"Pulau pasir putih itu tidak berpenghuni, masuk Desa Banmaleng kecamatan Gili genting," kata Kahir.

Sabtu, 04 Desember 2010

FINAL FANTASY VII: ADVENT CHILDREN COMPLETE


Date Released : 16 April 2009
Quality : DVDRip
Info : imdb.com/title/tt0385700
Lihat : Trailer
Starring : Takahiro Sakurai, Ayumi Ito
Genre : Animation | Action | Sci-Fi

R E S E N S I

Dua tahun setelah kejadian Final Fantasy VII, penyakit yang disebut Geostigma menyebar di seluruh planet. Penyakit ini dipercaya disebabkan oleh material asing yang menyerang tubuh, akibat kejadian di Final Fantasy VII dua tahun lalu. Merasa bersalah dan dihantui masa lalunya, ex-SOLDIER Cloud Strife memilih hidup sendiri, jauh dari teman-temannya sambil bekerja di "Strife Delivery Service", yang bermarkas di lokasi bar Tifa Lockheart, Seven Heaven. Seven Heaven juga merawat anak-anak yang terkena Geostigma. Disini, Tifa tinggal bersama Marlene anak angkat Barret dan juga Denzel (salah satu anak yang terkena Geostigma), sedangkan Barret mencari energi alternatif untuk menggantikan energi Mako. Suatu hari, Cloud mendapat panggilan telepon dari Shira Company, presiden Shinra Company ingin agar Cloud melindunginya dari tiga pria misterius, salah satu diantaranya bernama Kadaj, mereka sedang mencari "Ibu", dan mereka percaya kalau Cloud mengetahui dimana mereka dapat menemukanya. Siapa sebenarnya ketiga orang tersebut? Apa yang dimaksud dengan "Ibu"? Apa ada hubunganya dengan kebangkitan Sephiroth?

Film ini sebenarnya adalah versi lengkap (complete) dari FFVII: Advent Children, karena ada beberapa tambahan adegan yang tidak ada di FFVII:AC dan juga kualitas grafisnya yang ditingkatkan. Jadi jangan lewatkan film ini.

Trailer :



Download :
Final Fantasy

Generasi Biru



Dated Released : 19 February 2009
Quality : -
Info : imdb.com/title/tt1369657
Lihat : Trailer
Starring : Bimbim Slank, Akhadi W.S, Nadine Chandrawinata
Genre : Documentary | Animation | Music

R E S E N S I

Film musikal Generasi Biru diperankan oleh anggota Slank sendiri, yaitu Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, Ivan dan Nadine Candrawinata sebagai bintang tamu. Film dibagi menjadi 4 babak yang masing-masing babaknya memiliki perbedaan makna.

Ada bagian di mana Bim-bim berhasil menghilangkan trauma seorang bocah lelaki sehingga dia bisa dan mau bermain kembali dengan teman sebayanya. Di bagian ini kita bisa menikmati film-film dokumenter yang memperlihatkan kondisi kesehatan anak-anak Indonesia yang cukup memprihatinkan.Di bagian lain ada Kaka yang berperan sebagai kekasih Nadine dan akhirnya bisa membantu Nadine untuk keluar dari dunia narkoba. Babak lainnya yang masih bertemakan sosial pastinya nge-Slank banget, dong. Slank yang peduli dengan keadaan Indonesia dan mau bergerak demi perubahan yang lebih baik.

Trailer :




Download :

Generasi Biru

Kungfu Panda


Date Released : 6 Juni 2008
Quality : DvDrip-aXXo
Info : imdb.com/title/tt0441773
Lihat : Trailer
Pemain : Jack Black, Angelina Jolie, Dustin Hoffman
Genre : Animation | Action | Comedy | Family

R E S E N S I

Seekor panda kikuk yang bernama Po (jack black) yang bekerja sebagai pembuat koki di kedai mie milik keluarganya terus bermimpi menjadi jagoan kungfu. Namun karena badannya yang gemuk dan gerakannya yang tidak beraturan membuat ia hanya menghasilkan gerakan aneh dan tidak membahayakan musuhnya.

Film animasi ini tidak hanya mengandalakan pengisi suara dari bintang terkenal saja seperti Jack Black, Dustin Hoffman, Angelina Jolie, and Jackie Chan namun juga adegan yang kocak ketika melihat binatang melakukan adegan kungfu mereka.

Ketika ada ancaman musuh dari seorang macan tutul salju Tai Lung (Ian McShane) yang semakin mendekat Po tidak pernah tahu bahwa menurut ramalan kuno dirinya adalah sang terpilih yang mampu menyelamatkan negaranya. Maka ketika tugas itu sampai pada Po, ia diajar bersama lima ahli kungfu legendaris Tigress (Jolie), Crane (David Cross ), Mantis (Seth Rogen), Viper (Lucy Liu), Monkey (Chan) dan master mereka yaitu Shifu (Hoffman). Mulailah latihan panjang untuk mengubah Po yang tidak pandai memukul, penakut dan kikuk untuk menyelamatkan negara dari ancaman musuh.

Po harus belajar tidak hanya gerakan kungfu namun juga filosofinya untuk benar-benar menjadi master. Film ini tidak hanya menyajikan adegan lucu ketika Po harus belajar kungfu namun juga pesan moral yang dalam untuk tidak berhenti mencoba. Ketika akhirnya tai lung benar-benar datang mampukah Po melewati hadangannya dan menyelamatkan negaranya?

Trailer



Download :
KungFuPanda

Rabu, 01 Desember 2010

Memperjuangkan Keadilan Melalui Internet



Rilis ratusan ribu dokumen rahasia di situs WikiLeaks membuat Amerika Serikat kebakaran jenggot. Pria di balik ini semua adalah Julian Assange. Siapa dia?

Jurnalis kelahiran Australia ini terlihat bak buronan yang paranoid. Ketika menemui wartawan New York Times yang hendak mewawancarainya di distrik kumuh Paddington, London, Inggris, ia mengatakan sebaiknya berbicara pelan-pelan. Assange, dibaca asanj, khawatir ada intel yang memata-matainya.

Mengganti ponsel pun kerap ia lakukan seperti laiknya bersalin pakaian. Juga menginap di hotel dengan nama palsu, mewarnai rambut, berbelanja dengan uang tunai. “Berada di jalur ini dan tidak berkrompomi, telah membawa saya dalam ketegangan yang luar biasa,” katanya dalam wawancara kepada media itu.

Ia bahkan membawa serta sekelompok orang dan seorang juru kamera yang siap merekam, jika terjadi sesuatu padanya. Bagi Anda, sikap pria berusia 39 tahun ini agak berlebihan. Tidak salah, jika Anda mengetahui apa yang ia lakukan.

Hal ini bermula dari impiannya bahwa suatu hari, internet akan menjadi menjadi media untuk perjuangan melawan ketidakadilan. Maka pada akhir 1980-an, Assange, bergabung dengan kelompok peretas (hacker), International Subversives dan menggunakan nama pena Mendax.

Kegiatannya ini berujung pada penggerebekan Kepolisian Australia pada 1991 ke rumahnya. Assange dituding membobol komputer sebuah universitas di negaranya, perusahaan telekomunikasi Kanada, Nortel, serta beberapa organisasi lainnya. Semua ia lakukan hanya dengan berbekal modem.

Pada 1993, pria yang terkenal dengan ciri khas rambut berwarna platinumnya ini memulai karir sebagai programmer dan pengembang piranti lunak gratis. Berbagai produk open source lahir dari tangan dinginnya itu. Hingga Assange bisa merilis buku mengenai dunia hacking pada 1997.

Pada tahun itulah ia membantu penemuan sistem Rubberhouse deniable encryption, sebuah konsep kriptografik untuk Linux. Sistem ini dimaksudkan untuk aktivis hak asasi manusia yang ingin melindungi data sensitif. Assange kemudian membeli domain leaks.com, meski belum terpikir mau melakukan apa.

Baru pada 2006, ia mendirikan WikiLeaks. Assange menjadi salah satu dari sembilan anggota dewan penasihat sekaligus bertindak sebagai jubirnya. Meski tidak mau disebut sebagai pendiri, Assange menyatakan dirinya adalah pemimpin redaksi (editor-in-chief) situs tersebut.

Media ini bersifat investigatif, terutama pada isu-isu sensitif dunia. Seperti kawan-kawan pendiri lainnya, ia adalah relawan yang tak dibayar yang memiliki tujuan untuk merilis dokumen-dokumen rahasia. Menurutnya, dunia layak mengetahui dokumen tersebut.

Apa yang Assange lakukan, adalah melakukan pendekatan secara jurnalistik untuk transparansi dan ilmiah. Siapapun bisa ‘menyetorkan’ materi rahasia ke situs yang ia dirikan dan akan dimuat. Ternyata, sebagian besar kegiatannya adalah membuka rahasia negara.

Pencapaian terbesar WikiLeaks adalah merilis ratusan ribu dokumen terkait Amerika. Selain catatan perang Irak-Afghanistan, materi terbaru yang diungkapkan adalah rahasia di balik diplomasi internasional AS. Tak heran negara adidaya ini benar-benar kesal dengan Assange.