Minggu, 13 April 2008

5 Alasan Pria Puasa Seks

LAKI-LAKI selalu mendambakan seks? Tidak juga. Kadang laki-laki sama sekali tak ingin melakukan seks hingga istri kerap mengeluhkannya.

Apakah laki-laki pasangan Anda masuk ke dalam golongan ini? Yuk, cari tahu alasan laki-laki memilih "puasa" seks!

1. Terlalu Sering Masturbasi

Laki-laki yang terlalu asyik masturbasi kadang tidak membutuhkan "lawan main" dalam memuaskan libidonya. Topik ini kian mengemuka terutama sejak internet berkembang pesar, khususnya cybersex. Laki-laki suka berimajinasi dengan sosok yang mereka temukan di majalah, internet, atau video. Akan jadi masalah jika mereka melupakan pasangan "nyata" di dunia nyata.

2. Fungsi Seksual Terganggu

Sejumlah laki-laki yang mengalami disfungsi ereksi, ejakulasi dini, atau ejakulasi lama sekalipun, akan menghindari seks dengan pasangan. Ketimbang gagal sebelum "berperang", para laki-laki ini lebih suka tidak memulainya sama sekali.

3. Beda Pendapat dengan Pasangan

Laki-laki juga bisa ngambek jika beda pendapat dengan pasangan dan melampiaskannya dalam aksi "puasa" bercinta. Sebagian laki-laki memilih "menghukum" pasangan dengan tidak melakukan aktivitas di tempat tidur hingga konflik teratasi.

4. Stres

Stres hampir selalu menjadi penghambat utama urusan bercinta. Stres ini bisa disebabkan oleh berbagai bentuk, misalnya kesulitan keuangan, sakit pada anggota keluarga, perubahan di tempat kerja, dilema keluarga, dan isu yang melibatkan keluarga besar. Tentu saja masih ada hal lain yang berpotensi sebagai sumber stres selain yang disebutkan tadi.

5. Kurang Tidur

Saat laki-laki berusia puber atau 20-an, keinginan untuk melakukan seks kadang melebihi minat tidur, apalagi jika baru saja memulai hubungan. Namun, seiring pertambahan umur dan hubungan itu sendiri, minat bercinta juga surut. Apalagi kelelahan dan kurang tidur. (berbagai sumber)

Memahami Bahasa Tubuh Wanita

SEBAGIAN besar pria gagal menyadari betapa pentingnya memahami bahasa tubuh wanita. Alih-alih mereka mencoba memfokuskan untuk membaca pikirannya. Mereka berdiri berjam-jam sambil memegang minuman dan bertanya dalam hati apakah ia tertarik atau tidak.

Berhenti mencoba membaca pikiran dan beralihlah untuk membaca tubuhnya. Membaca tubuh bukan berarti memperhatikan payudara tetapi lebih pada perilaku genit dan isyarat seperti muka dan pola sikap.

Sayangnya, pria memilih untuk tidak peduli pada bahasa tubuh wanita, atau memiliki sedikit petunjuk bagaimana menterjemahkan signal-signal. Ingat semua tergantung pada sosialisasi yang didasarkan pada dua kenyataan.
Pertama, komunikasi adalah 60 persen nonverbal. Kedua, tanda-tanda nonverbal lima kali lebih berdampak dibanding verbal. Ketika Anda tidak memperhatikan bahasa tubuhnya, Anda akan kehilangan 60 persen dari pertandingan. Kemudian Anda baru menyadari mengapa saya selalu pulang ke rumah sendirian.

Belajar bahasa tubuh wanita cukup sederhana. Ini bukan operasi otak atau juga tidak berarti Anda harus menahan napas. Membaca bahasa tubuh wanita melibatkan tiga tahap proses.

Tahap pertama, menyatakan apakah ia tertarik dengan Anda, dan membantu memutuskan apakah Anda perlu pendekatan atau tidak.

Tahap Kedua, membiarkan Anda melihat apakah ia mau menerima masa kenalan Anda, atau apakah ia mulai merasa tidak nyaman dengan Anda. Ini adalah tahap yang paling krusial, Anda harus sungguh-sungguh memperhatikan kenyamanan dan keinginannya, serta mengatur seluruh pendekatan berdasarkan pada hal tersebut.

Tahap Ketiga, memberikan Anda sedikit ide apakah Anda menutup kesepakatan atau terus maju tanpa menyia-nyiakan waktu. Perlukah Anda saling bertukar nomor telepon, berencana minum kopi atau mengundang kembali ke tempat Anda? Perhatikan dengan dalam isyarat tubuhnya dan ia akan biarkan Anda mengetahui.